Name/Title
Keris Coteng SurasakEntry/Object ID
KCT002Description
Choteng Siam versi Singgoro. Sarung seiras/senyawa. versi antik, dikenalkan oleh Raja Mongkut atau Rama IV dalam 1850an. Original version also use bilah jawa. In this case use dapur tilam upih/tilam sari.
Makna Simbolik Dhapur Tilam Upih
Dapur Tilam Upih, dalam terminologi Jawa bermakna tikar yang terbuat dari anyaman daun untuk tidur, diistilahkan untuk menunjukkan ketenteraman keluarga atau rumah tangga. Oleh karena itu, banyak sekali pusaka keluarga yang diberikan secara turun-temurun dalam dapur Tilam Upih. Ini menunjukkan adanya harapan dari para sesepuh keluarga agar anak-cucunya nanti bisa memperoleh ketenteraman dan kesejahteraan dalam hidup berumah tangga.Para Orang Tua jaman dulu memberikan Keris Dhapur Tilam Upih secara turun temurun kepada anaknya yang menikah, artinya orang tua mendoakan anaknya agar hidup rumah tangganya baik, mulia dan berkecukupan. Keris Tilam Upih juga merupakan simbol harapan akan hidup yang berkecukupan.Keris Tilam Upih juga disebut Ibu dari semua Keris (The Mother of Kris). Menurut kisah dahulu kala Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut – pengikutnya bahwa keris yang pertama harus dimiliki adalah Keris Tilam Upih.Made/Created
Artist Information
Artist
Surasak KatomeeRole
EmpuEthnography
Cultural Region
Continent
Asia* Untyped Cultural Region
siamCondition
Overall Condition
Excellent